Belajar Membaca
Belajar Membaca

Pendidikan anak memang di mulai dari lingkungan keluarga. Keluarga bisa memberikan pelajaran dari sejak anak berusia satu tahun. Maksudnya adalah pendidikan umum mengenai kehidupan, seperti memberikan didikan berupa cara makan, mana yang membahayakan dan mana yang tidak. Keluarga juga madrasah atau sekolah pertama untuk anak dalam memahami tatak rama yang di dalam kehidupan. Seiring bertumbuhnya sang anak, anda bisa mengajarkan hal – hal lain seperti belajar membaca, belajar berhitung, dan lain – lain.

Belajar Membaca
Belajar Membaca

Untuk mengajari anak belajar membaca, anda bisa memulai dengan hal –hal sederhana. Misalnya dengan menggunakan media yang ada di rumah. Atau anda bisa memberikan pengenalan alphabet terlebih dahulu kepada anak – anak anda. Setelah dapat membaca, anda bisa mengajarkan langkah selanjutnya seperti belajar menulis, dengan mempraktikan huruf – furuf alphabet yang sudah diajarkan kepada anak anda. Kemudian, sedikit – sedikit juga anda bisa mengajarkan belajar berhitung kepada anak anda.

Pelajaran seperti belajar membaca, belajar berhitung, dan belajar menulis bisa dilakukan di sela – sela waktu bermain anak – anak. atau misalnya dengan memberikan anak permainan yang berhubungan dengan cara membaca, cara menulis, dan cara berhitung. Pendidikan dasar seperti ini yang dilakukan di rumah dan diberikan oleh keluarga adalah pendidikan yang paling efektif untuk mempersiapkan anak supaya ketika bersekolah sudah mampu memahami pelajaran di sekolah dengan cepat.

Pendidikan yang disampaikan oleh orang tua juga biasanya akan mudah diterima dan diingat oleh anak. namun dalam menyampaikan pembelajaran kepada anak di bawah usia sekolah sebaliknya anda tidak melakukan pemaksaan untuk belajar. Seab anak yang dipaksakan atau diporsir untuk belajar akan merasa tidak senang dalam menerima pelajaran yang akhirnya akan berdampak pada masa depannya.

Dikhawatirkan anak akan malas dan tidak mau untuk sekolah karena dari semasa kecil anak sudah dipaksakan untuk belajar, sehingga pandangan anak kepada suasana belajar sudah buruk atau tidak menyenangkan. Oleh karena itu , kita harus mengkamuflase pembelajaran dengan bermain, bagaimana anak bisa tetap belajar meskipun anak bermain. Atau seperti istilah  bermain sambil belajar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here